Garda Pangan sang Penyelamat Kelaparan di Surabaya

 

Di suatu malam, saya pernah memikirkan tentang sajian makanan hotel mewah. Tentunya rasanya sangat lezat. Tapi apabila jumlahnya melebihi jumlah pengunjung hotel, lalu bagaimana nasib makanan yang tidak termakan? Apakah terbuang dengan percuma?

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat sedunia setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat, Indonesia rupanya memiliki masalah dengan pengelolaan sampah makanan. Siapa sangka bila negara kita menjadi penghasil sampah makanan terbesar, setelah Arab Saudi dan Amerika Serikat. Data ini didapatkan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang mana pada tahun 2000 hingga 2019 tercatat sampah makanan yang terbuang sekitar 115-184 kilogram per tahun. Padahal berdasarkan Global Hunger Index 2021, tingkat kelaparan Indonesia menempati peringkat ketiga di Asia Tenggara loh.

Ketimpangan tersebut cukup miris, bukan? Tentunya tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah saja dalam mengatasi masalah kelaparan. Syukurlah sejak 2017 di Surabaya, ada suatu yayasan yang aktif melawan food waste dan ketimpangan akses pangan. Namanya yayasan Garda Pangan.
Sumber gambar: Instagram @kevinganigani

Yayasan yang kantor sekretariatnya berada di Semolowaru, Surabaya, Jawa Timur ini diketuai oleh generasi muda bernama Kevin Gani. Meskipun tergolong belia karena kelahiran 1999, namun pengalamannya sungguh mulia nan luar biasa. Kiprahnya dalam hal sosial dan lingkungan patut diacungi jempol.

Tidak heran bila kemudian kerja kerasnya membuahkan hasil. Kevin, sapaan akrabnya, kemudian berhasil meraih pengakuan nasional kategori Lingkungan di 15th SATU Indonesia Awards yang diadakan di Menara Astra pada 2024 lalu. Ia diangkat sebagai “Pejuang Pangan Berkelanjutan”. Prestasi yang sungguh membanggakan.

Sekedar informasi, Semangat Astra Terpadu untuk (SATU) Indonesia Awards adalah program penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh PT Astra International Tbk sejak 2010 silam. Penghargaan ini sebagai apresiasi terhadap kontribusi positif dan berkelanjutan oleh anak muda untuk negara ini. Baik secara individu maupun kelompok, dengan 5 bidang utama yang jadi acuan yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Kewirausahaan dan Teknologi. Disaring dengan cukup selektif, jadi dampak manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat kita.

Dari Garda Pangan, pertanyaan saya yang sempat terbesit soal makanan berlebih di hotel mewah, terjawab sudah. Rupanya Garda Pangan telah menjalin kemitraan ternama, seperti dengan Hotel Sheraton, Nestle, dan Sayurbox. Yayasan besutan anak muda ini dikenal sebagai food bank sosial karena memiliki misi mengumpulkan makanan surplus yang layak konsumsi dan mendistribusikannya pada masyarakat pra-sejahtera dengan cara door-to-door. Jadi bukan makanan sisa ya, tapi benar-benar makanan berlebih.

Dengan menjalankan visi misi penyelamatan pangan berlebih, makanan yang dikumpulkan lalu diperiksa mutu dan keamanannya. Setelah itu dikemas ulang dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Tercatat Garda Pangan telah mendistribusikan lebih dari 577 ribu porsi makanan kepada hampir 28 ribu penerima manfaat. Nah penerima manfaat itu sendiri merupakan masyarakat membutuhkan yang telah dipilih dengan cermat dan disurvei sehingga tepat sasaran, seperti: kaum duafa, yatim piatu, janda, lanjut usia, difabel, pengungsi, dan tunawisma yang tentunya tercatat rapi dalam pusat data komprehensif.

Program penyelamatan pangan gagasan Garda Pangan tentunya diusahakan tidak merepotkan mitra karena diambil oleh sukarelawan. Nantinya di setiap bulan, ada laporannya. Jadi kerja Garda Pangan tidak sembarangan dan dapat dipertanggungjawabkan. Bisa dicek pula di akun media sosialnya, seperti di Instagram @gardapangan.

Tidak hanya mengumpulkan makanan berlebih, Garda Pangan juga melakukan gleaning atau mengumpulkan sisa panen yang sengaja ditinggalkan petani untuk menekan potensi sampah. Pun membantu panen berlebih namun daya jualnya kurang. Seperti beberapa waktu lalu ketika Garda Pangan membantu menjualkan hasil panen lemon petani di Pasuruan. Dengan demikian petani tidak menjerit sedih karena harga yang anjlok, perekonomian keluarga mereka jadi terbantu berkat Garda Pangan.

Garda Pangan juga mengolah sampah makanan tidak layak konsumsi menjadi pakan ternak menggunakan teknologi biokonversi Black Soldier Fly (BSF). Jadi juga diolah menjadi pakan maggot serta unit bisnis sosial demi mendukung operasional yayasan. Apa yang dilakukan yayasan ini juga telah mengurangi emisi gas rumah kaca. Tercatat lebih dari 150 ton pangan berlebih berhasil diolah kembali dan 410 ton limbah pangan diubah menjadi pakan ternak sehingga mencegah 1,05 juta kilogram emisi CO2 masuk ke atmosfer.

Kevin berhasil melahirkan gerakan nyata lewat program praktis, edukatif, dan berdampak dengan adanya Garda Pangan. Tidak sendirian, yayasan ini melibatkan lebih dari 1.500 relawan dan menjalin kemitraan dengan berbagai sektor bisnis untuk memperluas jangkauan layanan. Masyarakat sekitar terbantu dengan angka kelaparan yang semakin menurun. Sehingga dampak baiknya bagi lingkungan sekitar dapat nyata dirasakan.
Kevin Gani
Sumber gambar: Instagram @kevinganigani
Apa yang dilakukan Kevin ini tak lepas dari semangatnya yang meledak karena suatu peristiwa. Jadi awalnya ada pasangan suami istri yang punya usaha katering. Mereka kebingungan mengatasi makanan berlebih di usahanya. Hingga kemudian jadi rutin membagikannya lewat yayasan Garda Pangan yang terbentuk.

Kevin yang awalnya bergabung sebagai relawan, kemudian ikut membagikan makanan pada seorang nenek. Namun beliau menerimanya menggunakan gayung, sebab tidak memiliki wadah lainnya. Dari situ Kevin tergugah dan bertekad terus membantu nenek tersebut. Sayangnya tak lama kemudian, sang nenek dipanggil Yang Maha Kuasa.

Tekad Kevin tak pupus. Ia semakin bersemangat berperan dalam Garda Pangan, hingga akhirnya diangkat sebagai ketua. Garda Pangan berdiri sebagai jawaban atas isu tingginya jumlah sampah makanan di Indonesia, khususnya di Surabaya. Semoga kelak juga lahir Kevin Gani - Kevin Gani selanjutnya sehingga angka kelaparan masyarakat kita menurun dan jumlah sampah makanan dapat ditekan.



Sumber informasi:
https://www.instagram.com/kevinganigani
https://www.tempo.co/info-tempo/kevin-gani-ketua-garda-pangan-penyelamat-kelaparan-di-surabaya--2005737
https://www.radioidola.com/2025/kevin-gani-ketua-yayasan-garda-pangan/
https://www.kompas.id/artikel/kevin-gani-kedaulatan-ala-garda-pangan

#APA2025-KSB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perawat Luka sang Penumbuh Asa

Masjid Kota Pasuruan dan Sekitarnya